Memoar SULTAN ABDUL HAMID II iBook Muhammad Harb The Excellent Online

Download Format: DOC, MOBI, iBook, FB2, DJVU, ePub, TXT, PDF, RTF Add. Info: Paperback, 428 pages
Memoar SULTAN ABDUL HAMID II
.
Language of Ebook: Indonesian Date of Publication: November 1st 2013 by Pustaka Al Kautsar (first published January 1st 2012)
Ebook's Rating:
4 ratings
Stars Rating: 4.25 of 5 stars
Book Tags: Original Title: mudzakarah sultan abdul hamid

Ebook Review:

Sultan Abdul Hamid II adalah pemimpin Kesultanan Daulah Utsmaniyah (Ottoman) yang cukup dikenal dalam sejarah. Ia bisa disebut sebagai benteng terakhir pemerintahan Daulah Utsmaniyah. Kisah yang cukup terkenal dalam perjalanan pemerintahan Sultan Abdul Hamid II adalah ketika ia menolak permintaan tokoh pendiri negara Zionis Israel, Theodore Hertzl, agar sultan memberikan s Sultan Abdul Hamid II adalah pemimpin Kesultanan Daulah Utsmaniyah (Ottoman) yang cukup dikenal dalam sejarah. Ia bisa disebut sebagai benteng terakhir pemerintahan Daulah Utsmaniyah. Kisah yang cukup terkenal dalam perjalanan pemerintahan Sultan Abdul Hamid II adalah ketika ia menolak permintaan tokoh pendiri negara Zionis Israel, Theodore Hertzl, agar sultan memberikan sebagian wilayah kekuasaannya di Palestina untuk bangsa Yahudi. Permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Sultan Abdul Hamid II, sehingga membuat marah bangsa Yahudi.
Karena ketegasannya itu pula, musuh-musuh Islam tak henti-hentinya merongrong kekuasaan Sultan Abdul Hamid II. Pada masa pemerintahannya, ia harus berhadapan dengan manuver politik orang-orang Yahudi Dunamah yang ingin mendongkel kekuasaanya. Ia juga terus digoyang oleh para aktivis organisasi rahasia Freemasonry, yang menyusup dalam barisan pemuda revolusioner liberal dan menamakan diri mereka “Gerakan Turki Muda” (Young Turks Movement). Kelompok Freemasonry yang terus berusaha menjegal kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II juga tergabung dalam organisasi “Al-Ittihad wa At-Taraqqi/ Ittihad ve Terakki” (Organisasi Persatuan dan Kemajuan)
Sultan Abdul Hamid II memerintah di tengah kepungan kelompok Yahudi, anggota-anggota Freemason, dan aktivis liberal-sekular. Mereka berusaha melengserkannya dengan berbagai cara, sehingga Turki dengan peradaban Islam-nya kemudian runtuh dan menjadi negara yang sangat sekular. Sejarah dalam buku ini layak untuk dijadikan pelajaran bagi kita semua.

Categories: